Teori

dalam sebuah perenungan metodis yang berbeda, seseorang yang terbiasa dengan berfikiran logis dan memercayai nalar, membuat satu teori bahwa ketidak bahagiaan hidup itu bermula dari kemiskinan.  dari teori itu mereka menyakini bahwa seseorang bisa bahagia, manakala semua kebutuhan hidupnya mampu tercukupi denga baik. sementara untuk bisa mencukupi kebutuhan hidup tersebut, seseorang membutuhkan materi yang melimpa, tanpa materi dan kekayaan seseorang tidak akan mampu untuk mencukupi kebtuhan-kebutuhan hidupnya. jika seseorang gagal untuk mencukupi hidupnya, maka ia akan menderita dan tidak bahagia. kemiskinan atau ketidakberhartaan itulah penyebab utama yang dihadapi oleh semua orang yang ada, muasal dari ketidak bahagiaan dimulai. begitu juga sebaliknya kebahagiaan itulah penyebab utama yang menyebabkan atau kunci utama kebahagiaan manusia.

teori ini mula-mula diabaikan begitu saja oleh semua orang. bahkan diapandang sebagai sebuah teori ynag menjerumuskan manusia untuk memperoleh suatu kebahagiaan atau akan menerima kepediahan yang sangat pedih yang belum pernah dialami semasa hidupnya. namu beberapa tahun sejak beberapa orang yang terpandang dari mereka yang berbicara. bahwa teori ini adalah sebuah harapan bagi dunia manusia yang tengah sekarat. sebagian dari daerah atau orang-orang menyakini dan bahkan ada juga yang memperatikkan teori ini. dan sejak teori ini di yakini dan dipratekkan, kekayaan pun dipandang sebagai kunci keberhasilan yang mereka hadapi.




http://bocahsastra.com

3 Replies to “Teori”

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *