nafsu-nafsu wanita

Delapan Belas Macam Nafsu

Pembagian nafsu secara garis besar, ada dua: Pertama, terdiri dari delapan tingkatan yang ditempuh oleh diri atau nafsu manusia:

1. Nafsu ammarah: nafsu yang selalu mendorong untuk berbuat sesuatu di luar pertimbangan akal yang tenang, sehingga tidak mampu membedakan mana yang benar mana yang salah, mana baik mana buruk.

2. Nafsu lawwamah: nafsu yang sudah punya kesadaran, sehingga seseorang yang (terlanjur) berbuat salah atau tercela, akan tersadar, lalu menyesali diri atau merasa berdosa. Nafsu ini berdiri di simpang jalan antara ammarah dan muthmainnah.

3. Nafsu Muthmainnah: nafsu yang telah didominasi dan dikuasai oleh iman lantaran sudah begitu masak oleh pengalaman dan gemblengan badai derita, sehingga mampu dan terampil memilah yang haq dari yang batil, di mana yang terakhir ini akan terpental dengan sendirinya. Di segala situasi, baik dalam duka derita maupun dalam suka cita, nafsu ini tetap dingin dan tenang. Atau dengan bahasa Buya Hamka, ia punya dua sayap: sayap sabar (di cuaca kelam dan kesulitan) dan sayap syukur (di saat jaya dan makmur). Di sini perlunya iman dan zikir. Continue reading “nafsu-nafsu wanita”

ANALISIS SEMANTik

ANALISIS SEMANTIK

Analisis Semantik adalah proses setelah melewati proses scanning dan parsing. Pada tahap ini dilakukan pengecekan pada struktur akhir yang telah diperoleh dan diperiksa kesesuaiannya dengan komponen program yang ada. Secara global, fungsi dari semantic analyzer adalah untuk menentukan makna dari serangkaian instruksi yang terdapat dalam program sumber.

Contoh : A := (A + B)*(C + D)

maka penganalisis semantik harus mampu menentukan aksi apa yang akan dilakukan oleh operator-operator tersebut. Dalam sebuah proses kompilasi, andaikata parser menjumpai ekspresi seperti diatas, parser hanya akan mengenali simbol-simbol ‘:=’ , ‘+’ , dan ‘*’. Parser tidak tahu makna apa yang tersimpan dibalik simbol simbol tersebut. Untuk mengenalinya, kompiler akan memanggil rutin semantik yang akan memeriksa :
 Apakah variabel-variabel yang ada telah didefinisikan sebelumnya?
 Apakah variabel-variabel tersebut tipenya sama?
 Apakah operand yang akan dioperasikan tersebut ada nilainya?, dan seterusnya.

Fungsi ini terkait dengan tabel simbol. Pengecekan yang dilakukan oleh analisis semantik adalah sebagai berikut :
a) Memeriksa keberlakuan nama-nama meliputi pemeriksaan berikut.
 Duplikasi : pada tahap ini dilakukan pengecekan apakah sebuah nama terjadi pendefinisian lebih dari dua kali. Pengecekan dilakukan pada bagian pengelola blok.
 Terdefinisi : Melakukan pengecekan apakah sebuah nama yang dipakai pada tubuh program sudah terdefinisi atau belum. Pengecekan dilakukan pada semua tempat kecuali blok.
b) Memeriksa tipe. Melakukan pemeriksaan terhadap kesesuaian tipe dalam statement-statement yang ada. Misalkan bila terdapat suatu operasi, diperiksa tipe operand. Contohnya bila ekspresi yang mengikuti instruksi IF berarti tipenya boolean, akan diperiksa tipe identifier dan tipe ekspresi. Bila ada operasi antara dua operand, maka tipe operand pertama harus bisa dioperasikan dengan operand kedua.

Analisa semantik sering juga digabungkan pada pembangkitan kode antara yang menghasilkan Output intermediate code, yang nantinya akan digunakan pada proses kompilasi berikutnya. Continue reading “ANALISIS SEMANTik”

Perkembangan Bahasa

CHILDREN ALLERGY CLINIC

PICKY EATERS CLINIC (Klinik kesulitan makan)

Manusia berinteraksi satu dengan yang lain melalui komunikasi dalam bentuk bahasa. Komunikasi tersebut terjadi baik secara verbal maupun non verbal yaitu dengan tulisan, bacaan dan tanda atau simbol. Berbahasa itu sendiri merupakan proses kompleks yang tidak terjadi begitu saja. Manusia berkomunikasi lewat bahasa memerlukan proses yang berkembang dalam tahap-tahap usianya. Bagaimana manusia bisa menggunakan bahasa sebagai cara berkomunikasi selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk dibahas sehingga memunculkan banyak teori tentang pemerolehan bahasa.. Lebih rumit dan luas mengingat ada lebih dari seribu bahasa yang ada di seluruh dunia.

Bahasa adalah bentuk aturan atau sistem lambang yang digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukar gagasan, pikiran dan emosi. Bahasa bisa diekspresikan melalui bicara mengacu pada simbol verbal. Selain itu bahasa dapat juga diekspresikan melalui tulisan, tanda gestural dan musik. Bahasa juga dapat mencakup aspek komunikasi nonverbal seperti gestikulasi, gestural atau pantomim. Gestikulasi adalah ekspresi gerakan tangan dan lengan untuk menekankan makna wicara. Pantomim adalah sebuah cara komunikasi yang mengubah komunikasi verbal dengan aksi yang mencakup beberapa gestural (ekspresi gerakan yang menggunakan setiap bagian tubuh) dengan makna yang berbeda beda.

Lundsteen membagi perkembangan bahasa dalam 3 tahap :
1. Tahap pralinguistik

– 0-3 bulan, bunyinya di dalam (meruku) dan berasal dari tenggorok.

– 3-12 bulan, meleter, banyak memakai bibir dan langit-langit, misalnya ma, da, ba.

2. Tahap protolinguitik

– 12 bulan-2 tahun, anak sudah mengerti dan menunjukkan alat-alat tubuh. Ia mulai berbicara

beberapa patah kata (kosa katanya dapat mencapai 200-300).
3. Tahap linguistik

– 2-6 tahun atau lebih, pada tahap ini ia mulai belajar tata bahasa dan perkembangan kosa katanya mencapai 3000 buah. Continue reading “Perkembangan Bahasa”

Perkembangan Bahasa

PERKEMBANGAN BAHASA KANAK – KANAK
Umur 3 tahun, umumnya kanak-kanak tahu bagaimana menggunakan 900 hingga 1,000 perkataan. Jumlah ini meningkat kepada 2,600 perkataan apabila mencapai umur 6 tahun. Apabila kanak-kanak mula menjejakkan kaki ke sekolah, perbendaharaan kata mereka bertambah dari semasa ke semasa sehingga mencecah 80,000 perkataan. Perkembangan pesat bahasa ini disumbangkan oleh kepesatan minda kanak-kanak mengingat makna perkataan baru selepas mendengarnya bagi kali pertama atau bercakap sekali dua dengan rakan-rakannya.
Walaupun kadang-kadang sebutan sesuatu perkataan kurang tepat, ia diperbaiki dengan teguran dan kekerapan bercakap dengan orang dewasa seperti ibu, bapa atau adik-beradik saudara. Kanak-kanak mula bercakap menggunakan ayat yang ringkas dan mudah. Jawapan mereka juga mudah dan singkat. Semakin lama bercakap, mereka dapat memahami sebab dan akibat, kerana perkembangan mental yang bertambah baik. Sebutan dan tatabahasa yang baik menjadikan orang dewasa dapat memahami bahasa mereka. Jika tidak difahami, mereka cuba menerangkannya dengan lebih jelas.
Perkembangan bahasa kanak-kanak dapat dilihat daripada segi kemampuan menerima, memahami dan melahirkan semula. Kemampuan ini berkembang beransur-ansur mengikut masa saling berkait antara satu sama lain. Dengan perkembangan bahasa yang semakin meningkat ini, kanak-kanak tersebut akan dapat membuat huraian dengan lebih baik dan cekap dalam situasi perbualan. Perkembangan bahasa kanak-kanak bermula sejak kanak-kanak lahir iaitu daripada tangisan pertama.
Sapir (1921:8) mendefinisikan, bahasa adalah semata-mata suatu kaedah yang bukan naluri untuk manusia menyampaikan idea, emosi, dan keinginan melalui ciptaan simbol- simbol lahir secara sedar.
Crystal (1995), mendefinisikan bahawa bahasa adalah satu penggunaan bunyi yang sistematik dan konvensional (lambang atau simbol tulisan) untuk tujuan komunikasi dan luahan perasaan.
Memahami perkembangan bahasa adalah penting kerana ia memudahkan proses pengajaran (Berk, 2001) dan ia berkait rapat dengan kemahiran membaca dan menulis. Dengan meningkatkan perkembangan bahasa, ia akan memudahkan pelajar mempelajari konsep-konsep abstrak (Santrock, 2007). Continue reading “Perkembangan Bahasa”