INdahnya Bulan Ramadhan

Ramadhan mengandung banyak hikmah dan perlambang. Ramadhan selalu dirindukan di hati umat Muslim yang beriman.

Berkompasiana di bulan Ramadhan semakin terasa keindahannya. Ada satu hikmah yang dapat dipetik dari berkompasiana. Hikmah tersebut adalah “memberi (komentar) pada tulisan kompasianer lain, tanpa berharap menerima (komentar) balik pada tulisannya”.

Budaya di atas sebenarnya telah lama ada di kompasiana. Hanya saja geliatnya semakin terasa di bulan Ramadhan ini.

Kita bebas berkomentar kepada kompasianer lain. Dan kita juga bebas untuk diberi komentar oleh kompasianer lain. Tanpa ada ikatan apapun, selain rasa persaudaraan sesama kompasianer.

Tuhan akan memberi lebih banyak

Jika budaya di atas dilakukan juga dalam kehidupan sehari-hari akan menambah keindahannya. Hal itu akan membawa makna keikhlasan hati.

Pengalaman yang kerap saya alami. Jika memberi-apapun bentuknya-pada sesama. Tuhan akan memberi lebih banyak pada orang yang suka memberi tanpa pamrih.

Mari kita budayakan. Mulai saat ini. Mulai dari hal yang kecil. Mulai dari diri sendiri. Salam Kompasiana!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *