Idea dan Imajinatif

Orang yang sukses dalam hidupnya biasanya mampu berpikir kreatif, dan imajinatif. Dia mampu menciptakan hal-hal baru dari kekuatan imajinasinya. Berpikir kreatif dan imajinatif adalah kemampuan seseorang untuk mengasah kekuatan kreatif dan imajinatifnya dalam menciptakan hal-hal baru. Tak salah bila orang yang berpikir kreatif selalu diikuti dengan kemampuan imajinatif.

Di sekolah labschool, kami meramunya dalam sebuah betuk kegiatan yang bernama Karya tulis Ilmiah atau kartul. Anak-anak kelas 8 diwajibkan membuat karya tulisnya sendiri dengan tema penelitian yang berbeda-beda. Mereka diberi waktu untuk menyelesaikan karya tulisnya selama satu semester, dan diminta untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di akhir semester. Mereka didampingi guru pembimbing dalam menyelesaikan karya tulisnya.

Target sekolah kami adalah profil lulusan sekolah kami telah mampu membuat karya tulis ilmiah dari hasil karyanya sendiri. Mereka telah dilatih untuk mampu menulis dan melaporkan hasil penelitiannya dengan baik dan benar. Mereka telah diarahkan untuk berpikir kreatif dan imajinatif dalam mengambangkan karya tulisnya.Dengan membuat karya tulis itu, diharapkan anaka-anak mampu berpikir kreatif, dan memamfaatkan imajinasinya.

Banyak orang mengatakan bahwa arti kreatif itu adalah memadukan sebuah perjalanan impian dengan kenyataan. Misalnya, seorang yang berimajinasi sebagai seorang intertaint, ia harus mensosiasikan diri menghibur penonton diatas pentas, bak konser seorang diva. Namun, tidak berhenti disitu ia harus mau terus tekun berlatih untuk mewujudkan dirinya menjadi penghibur sejati. Dia harus berpikir realistis, dan tak guna jika hanya menghayal tanpa ada reaksi. Dia harus kreatif, tekun belajar, melatih diri  dan mengembangkan imajinasinya. Perlahan tetapi pasti hasratnya akan menjadi kenyataan.

David Thornburg, seorang pengamat kreativitas menyarankan agar kita mampu berpikir kreatif saat-saat bahagia dalam hidup. Berpikir kreatif membantu membangunkan kreativitas.

Contohnya, memulai menulis buku, dan menyiapkan naskah pidato. Penting persiapan yang matang sampai satu saat tiba pada pokok. Jika momennya tiba, ibarat seorang pemain bola akan menendang terarah, dan tepat sasaran. Maka melalui latihan panjang seseorang menjadi maestro.

Norman Vince Peale juga mengatakan bahwa visualisasi dalam hubungan antarpribadi tentang kreatif. hal yang penting menurutnya kreatif harus dilakukan tiap-tiap hari. Perpaduan kreatif dan imajinasi kelak mengakumulasi merubah paradigma tidak mungkin menjadi mungkin.

Jadi, kreatif itu sebenarnya tidak jauh dari kehidupan berlatih. Dengan terbiasa berlatih, akan menghasilkan kepribadian, dan memperbesar kesempatan untuk menggapai sukses dalam usaha. Untuk mengasah keduanya seseorang harus menggerakkan kebiasaan menjadi budaya. Salah satunya adalah meluangkan waktu limabelas menit per hari relaksasi (meditasi), mengasah mediasi imajinasi dan kreasi. Sebab, kemampuan kreasi dan imajinasi selalu beriringan mengkristal menjadi hasil. Itu sebabnya Albert Einstein menyebut imajinasi lebih penting daripada penemuan sains, sebab, imajinasi adalah kekuataan.

Bill Gates miliarder dunia menyebut, imajinasi dan kreatrif lebih penting ketimbang teknologi. Sebagai pengagas piranti lunak, ia melihat dampak imajinasi dan kreativitas menghasilkan produk bermutu. Produk berkualitas lahir dari tangan-tangan imajinatif, ispiratif dan kreatif. Motor merek Honda pasti lebih bermutu dari motor brand Beijing. Walaupun sama-sama dibuat orang Asia, latar belakang kreasi dan imajinasinya jelas sangat berbeda.

Amerika hebat karena sistim memberikan kebebasan pada setiap orang mengembangkan imajinasi dan kreatif, sehingga kreativitas itu mengerakkan power yang akhirnya membangun orang-orang yang berimajinasi. Contohnya orang kreativitas disokong imajinasi, Bill Gates mengagas; satu komputer bagi setiap rumah. Mendorongnya menghasilkan Microsoft. Akhirnya, Bill Gates menjadi salah satu manusia yang membuat sejarah, paling tidak nomor dua di Inggris berpengaruh setelah sistim hirakri kerajaan.

Itu terjadi dari imajinasi menjadi kreator (menciptakan produk). Proses kreatif tidak hanya berhenti pada daya imajiner. Dibutuhkan kekuatan untuk merancang aspek-aspek-lain pada kehidupan nyata. Misalnya, bila seorang pelukis menemukan imainasi, lalu dimulai menuangkan garis di kanvas, dan warna dalam satu grand design, lukisannya menjadi pemandangan yang indah meneduhkan jiwa. Demikian pula seorang sastrawan, memilih tema, plot, karakter tulisan lalu lihai mengocok kata-kata–hingga orang dibuat emosi, menangis atau terkekeh-kekeh membaca karyanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *