Sastra Religius Pesantren

Sastra Religius Pesantren
Oleh:moch agus setiawan

jum’at, 28 oktober 2011
Dewasa ini, secara kualitatif, dinamika sastra pesantren bisa kita analisis. Salah satunya adalah melalui pelbagai macam perubahan serta pergeseran corak orientasi paradigmatik yang menjadi substansi dalam karya sastra yang bersangkutan.

Maka, bertambahlah ‘spesies’ baru, genre baru ke dalam khazanah sastra pesantren mutakhir; sastra pop pesantren dan sastra pesantren yang subversif. Keberadaan dua spesies baru ini tidak hanya melengkapi dan menemani kanon sastra pesantren yang sudah ada, tetapi juga di banyak sisi menyimpan suatu potensi dialektis dan kritis baginya; intertextual clash (benturan intertekstual).

Sebagaimana kita kenal dari jejak historisnya, sastra pesantren kita dikenal sebagai genre sastra yang giat mengangkat tema-tema nilai esoterik keagamaan; Cinta Illahiyyah, pengalaman-pengalaman sufistik, cinta sosial (habluminannaas), atau ekspresi dan impresi transendental keindahan alam semesta (makrokosmos).

Mayoritas begitu kental dengan nuansa religius. Ini terlihat begitu jelas dalam karya-karya sastrawan pesantren tahun 90-an Acep Zamzam Noor, D Zawawi Imron, Zainal Arifin Toha, Jamal D Rahman, Abi-dah el-Khaeliqi, Kuswaidi Syafi’ie, Faizi L. Kaelan dan sastrawan-sastrawan lain yang ruang kreasi mereka bertempat di lingkungan geografis yang bernama pesantren. Continue reading “Sastra Religius Pesantren”

teks Tulisan Bahasa Melayu

Teks Mulisan Melayu :Warisan Intelek Masa Lampau Indonesia-Malaysia

17 Desember 2010 14:33:36

Oleh: Dr. Kun Zachrun Istanti, S.U

Abstrak

Makalah yang berjudul “Teks Melayu: Warisan Intelek Masa Lampau Indonesia-Malaysia” ini bertujuan untuk mengungkapkan teks-teks Melayu warisan masa lampau kaum intelek Indonesia-Malaysia (yang disingkat dengan teks Melayu) dengan menunjukkan berbagai teks dan naskah Melayu serta tempat penyimpanan naskah Melayu yang dihasilkan oleh para pengarang masa lampau; menanamkan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya teks-teks Melayu sebagai sumber rujukan dan sebagai bahan penelitian dan pengkajian.

Naskah-naskah Melayu yang dipilih mewakili pelbagai bidang yang dikoleksi oleh berbagai perpustakaan dan museum di seluruh dunia. Setiap entri naskah berisi deskripsi naskah Melayu agar para peneliti dan peminat naskah Melayu lebih mengenal bahan-bahan dalam pelbagai bidang ilmu tersebut. Continue reading “teks Tulisan Bahasa Melayu”

Sejarah PErkembangan Seni Kaligrafi islam

Sangat menarik untuk dibaca sejarah seni kaligrafi Islam dan bagaimana tren perkembangannya dari masa ke masa. Benar adanya bahwa seni kaligrafi Islam termasuk seni yang berusia cukup tua ya.

Kaligrafi Islam merupakan seni rohani. “Islamic Calligraphy is a spiritual geometry brought about with material tools”, demikian sang maestro klasik Yaqut Al-Musta’shimi, menggambarkan keagungan seni ini.

Kaligrafi Islam memang bukan sekedar karya seni rupa biasa. Namun, karya ini memiliki pesona spritualitas yang memiliki makna yang dalam bagi yang memahaminya. Continue reading “Sejarah PErkembangan Seni Kaligrafi islam”

UQURan

[JAVA] uQuran Pro V 0.12 + Full Audio – Aplikasi Al Quran Mobile Untuk Ponsel www.tips-fb.com Posted by sephet 02 July 2010 uQuran Pro V 0.12 uQuran Pro v 0.12, aplikasi bagi umat muslim untuk selalu mendekatkan diri kepada Sang Kholiq. Di lengkapi dengan 30 juzz dan 114 surat lengkap dengan audio (AMR) dan tafsir. Fitur uQuran Pro v 0.12 : Full 30 juzz dan 114 surah. Tafsir. Play recitation, memainkan audio untuk semua surah dan ayat.. play audio Scrooling and touch support (S60V5). Multiscreen resolution. Adding bookmark, penanda bacaan terakhir. bookmark Show bookmark, menampilkan bookmark yang tersimpan. Go to surah, jalan pintas ke surat Quran yang di tuju dengan mengisi nomor surat. Go to juzz, jalan pintas ke bagian juzz yang di tuju dengan mengisi nomor juzz. uQuran option Go to verse, jalan pintas ke ayat yang di tuju dalam surah. go to verse Portrait and landscape support. landscape support Huruf hijaiyah dan tanda baca lebih jelas dan mudah di baca. Cara pemasangan uQuran Pro : Copy folder install dan uQuranData di E: (MMC) Instal uQuran dengan membuka file uQuran.jad, jangan buka uQuran.jar-nya. Jika uQuran sudah berhasil terpasang, buka menu – option – sett audio format ke AMR. uQuran siap digunakan. Ada satu kelemahan pada Quran mobile ini, tafsir hanya mendukung untuk bahasa English, French, Spanish, German dan Dutch. Bagi kita umat muslim Indonesia, mungkin agak kesulitan menggunakan fitur tafsir-nya. Tapi paling tidak fitur audio dapat membantu kita dalam memahami lagam Quran. Semoga aplikasi ini dapat sangat bermanfaat bagi kita semua umat muslim. Syukron. Tested on : Nokia 5800xm dan E63. Saya rasa aplikasi java ini support untuk semua ponsel. Sangat mengharapkan feedback dari kamu yang sudah menggunakan uQuran Pro ini. Download : uQuran install uQuran Audio * Best thanks to Tube Lounge on Kaskus

Analisis Drama

JUDUL CERITA : MENGEJAR MATAHARI
TOKOH UTAMA : ARDI
DAMAR
ALFIN
NUNO
WATAK TOKOH UTAMA
Ardi sebagai sosok anak yang tertekan oleh orang tuanya dan sebagai anak yang lebih dewasa dari ketiga temannya itu.
Damar sbagai anak yang cepat tersinggung perasaannya,pemberani sekaligus sebagai pelindung bagi ketiga temannya itu.
Alfin dia orangnya kalem sebagai penengah dan sedikit lebih kaya ketimbang ketiga temennya.
Nino sebagai anak yang paling kecil agak manja dan butuh perlindungan dari kawan-kawannya.
LATAR ATAU TEMPAT
Disuatu komplek rumah susun dengan pasilitas lapang basket didepannya dan disekolah.
LATAR ATAU WAKTU
Pagi, Siang, sore dan malam
LATAR ATAU SUASANA
Gembira, terharu, sedih.
AMANAT ATAU PESAN
Banyak-banyaklah mempunyai teman, karena teman sejatilah yang pertamamembantu kita dalam kesusahan, ia selalu berada disaar susah maupun senang dan sebaliknya janganlah mempunyai musuh, karena musuh bisa membuat kita celaka. Continue reading “Analisis Drama”

Study Hukum Islam

  1. KONDISI HUKUM ISLAM PADA MASA KHULAFA’UR RASYIDIN

Sejarah penetapan hukum Islam pada periode sahabat dimulai sejak wafatnya Nabi Muhammad wafat, yaitu tahun 11 Hijriyah. Dan berakhir ketika Mu’awiyah bin Abi Sufyan menjabat sebagai Khalifah pada tahun 41 Hijriyah. Periode ini merupakan awal sejarah penetapan hukum Islam dalam arti fikih, sebab penetapan hukum pada periode ini merupakan hasil pemahaman terhadap Al-Qur’an dan hadits. Hukum dalam pengertian syariat telah berhenti bersamaan dengan Nabi Muhammad wafat. Periode ini disebut sebagai periode sahabat karena kekuasaan menetapkan hukum berada di tangan para sahabat. Continue reading “Study Hukum Islam”

Ilmu Kalam

MU’TAZILAH

Diajukan untuk memenuhi tugas

Ilmu Kalam

Dosen pengampu :

Abdullah Ubed

 

 Oleh :

Moch Agus Setiawan

 

BAHASA DAN SASTRA ARAB

FAKULTAS ADAB

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURABAYA

 

 

A.   PENDAHULUAN

Problematika teologis di kalangan umat Islam baru muncul pada masa pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib (656-661M) yang ditandai dengan munculnya kelompok dari pendukung Ali yang memisahkan diri mereka karena tidak setuju dengan sikap ‘Ali yang menerima Tahkim dalam menyelesaikan konfliknya dengan Muawiyah bin Abi Sofyan, Gubernur Syam, pada waktu Perang Siffin. Di situ ‘Ali mengalami kekalahan di plomatis dan kehilangan kekuasaan “de jure”-nya.[1] Karena itu mereka memisahkan diri dengan membentuk kelompok baru yang kelak terkenal dengan sebutan kaum Khawarij (Pembelot atau Pemberontak). Kaum Khawarij memandang ‘Ali dan Mu’awiyah sebagai kafir karena mengkompromikan yang benar (haqq) dengan yang palsu (bathil). Karena itu mereka merencanakan untuk membunuh ‘Ali dan Mu’awiyah. Tapi kaum Khawarij, melalui seseorang bernama Ibn Muljam, hanya berhasil membunuh ‘Ali, sedangkan Mu’awiyah hanya mengalami luka-luka saja.

Bila Khawarij merupakan kelompok yang kontra terhadap Ali, maka kelompok kedua yang muncul kepermukaan yaitu Rhawafidl (Syi’ah) justru kebalikan Khawarij. Mereka adalah pendukung Ali dan mendaulatkan bahwa Ali-lah yang berhak menyandang gelar khalifah setelah Nabi Muhammad SAW. bukan Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Mereka semua ini bahkan dikafirkan oleh Syi’ah.

Selanjutnya muncul pula Murji’ah pada akhir kurun pertama (akhir masa sahabat) tepatnya pada masa pemerintahan Ibnu Zubair dan Abdul Malik.  Kemudian pada awal kurun kedua (masa tabi’in) yakni pada masa akhir pemerintahan Bani Umayyah muncul Jahmiyah, Musyabihah, dan Mumatstsilah yang diusung Ja’di bin Dirham dan Jahm bin Shafwan, penganut faham Jabariyah. Kemunculan berikutnya adalah Mu’tazilah yang mempunyai ciri khas ialah rasionalitas. Kerasionalannya tergambar dalam memberikan peran akal begitu besar dalam kehidupan, sehingga implikasinya dikatakan bahwa manusia bebas menentukan perbuatannya baik atau buruk.[2] Sedangkan paham Qadariyyah kebalikan dengan apa yang diusung Jahm bin Shafwan. Setelahnya, ada As’ariyah dan Maturidiah.

Mu’tazilah sebenarnya merupakan gerakan keagamaan semata, mereka tidak pernah membentuk pasukan, dan tidak pernah menghunus pedang. Riwayat-riwayat yang menyebutkan tentang keikutsertaan beberapa pemimpin kaum Mu’tazilah, seperti ‘Amru Ibnu ‘Ubaid dalam serangan yang dilancarkan kepada al-Walid ibn Yazid, dan yang menyebabkan gugurnya Al Walid ibnu Yazid, tidaklah menyebabkan Mu’tazilah ini menjadi suatu golongan yang mempunyai dasar-dasar kemiliteran, sebab pemberontakan terhadap Al-Walid itu bukanlah pemberontakan kaum Mu’tazilah, melainkan adalah suatu pemberontakan yang berakar panjang yang berhubungan dengan kepribadian dan moral Khalifah. Maka ikut-sertanya beberapa orang Mu’tazilah dalam pemberontakan itu hanyalah secara perseorangan, disebabkan prinsip-prinsip umum, yang menyebabkan rakyat memberontak kepada penguasa yang zalim.

Walaupun gerakan Mu’tazilah merupakan gerakan keagamaan, namun pada saat ia mempunyai kekuatan ia tidak segan-segan menggunakan kekerasan dan tekanan-tekanan terhadap pihak-pihak yang menantangnya. Pemakaian kekerasan itu dipandang sebagai salah satu dari sikap Mu’tazilah yang tercela. Dan adanya tekanan-tekanan itu menjadi sebab yang terpenting bagi lenyapnya aliran ini di kemudian hari.

Meskipun aliran Mu’tazilah pada era dewasa ini sulit ditemukan, pemikiran-pemikiran Mu’tazilah sepertinya terus berkembang, tentunya dengan gaya baru dan dengan nama-nama yang cukup menggelitik dan mengelabui orang yang membacanya. Sebut saja  istilah Modernisasi Pemikiran, Sekulerisme, dan nama-nama lainnya yang mereka buat untuk menarik dan mendukung apa yang mereka anggap benar dari pemikiran itu dalam rangka usaha mereka menyusupkan dan menyebarkan pemahaman dan pemikiran yang bersumber dari akal pikiran semata.[3]

Untuk itulah, pada kesempatan ini penulis mencoba untuk membahas tentang asal usul aliran Mu’tazilah berikut prinsip-prinsip pemikiran mereka agar kita dapat mengetahui secara jelas apakah aliran ini memang dapat diterima atau malah menyimpang dari ajaran agama Islam. Continue reading “Ilmu Kalam”

Semantik

ta’rif semantik

1. Kata merupakan unit ujaran yang bebas dan mempunyai makna.
2. Dalam bahasa, kata dapat mengungkapkan fikiran, perasaan, pendapat, emosi, perlakuan dan keperibadian manusia.
3. Perbendaharaan kata penting untuk menjalin komunikasi yang sempurna. Semakin banyak kata dikuasai oleh seseorang, semakin banyak idea atau gagasan yang mampu diungkapkannya.

Makna Kata

1. Dalam kajian bahasa, bidang yang mengkaji dan menganalisis makna kata dalam ayat dikenal sebagai semantik.
2. Kajian tentang makna kata boleh dibahagikan kepada aspek-aspek yang berikut :

(a) makna denotasi dan makna konotasi
(b) makna dalam konteks
(c) hubungan makna dengan kebudayaan
(d) perubahan makna
(e) bentuk-bentuk makna daripada hubungan semantik Continue reading “Semantik”

Analisis Semantik

Analisis Semantik adalah proses setelah melewati proses scanning dan parsing. Pada tahap ini dilakukan pengecekan pada struktur akhir yang telah diperoleh dan diperiksa kesesuaiannya dengan komponen program yang ada. Secara global, fungsi dari semantic analyzer adalah untuk menentukan makna dari serangkaian instruksi yang terdapat dalam program sumber.

Contoh : A := (A + B)*(C + D) Continue reading “Analisis Semantik”

Hadits

HAKEKAT PENDIDIKANa. Teks haditsb. Makna mufradatc. Terjemah haditsDiceritakan  dari  Sa’id  ibn  Mansur  berrkata  diceritakan  Abdul  Aziz  ibnMuhammad dari ibn Ajlan dari Qa’qa’  Ibn  Hakim dari Abi  Shaleh dari AbiHurairah  berkata  :  Rasullullah  SAW  bersabda  :   Sesungguhnyha  saya(Muhammad) diutus hanya untuk mrnyempurnakan akhlak”. (H.R. Ahmad)d. Asbabul wurudHadist ini timbul karenan pada saat itu (zaman jahiliyah) banyak umat manusiayang dalam tatanan kehidupanya mengalami krisis budi pekerti, mmereka salingbunuh membunuh, saling merampas hak-hak orang lain, yang miskin ditindas danyang  kayah  di  puja.  Sehingga  dengan  adanya  kebebasab  itu,  menjadikankehidupan pada saat itu serba tidak menentu. Dari situlah kemudian diutus nabiuMuhammad SAW sebagai rahmatan lil alamin dengan tuntunan syariat Islamyang di dalamnyah mengatus beberapa aspek kehidupan, dan  salh satunyahadalah aspek moral atau; akhlak yang pada akhirnya bisa menjadikan  kehidu;pansejahtera di dunia dan akhirat.e. Nilai pendidikanHadist dia atas erat kaitanya dengan pendidikan sebab sesuai dengan kedudukanRasul sebagai utusan yang diamanatkan untuk menyampaikan syariat islam yangsekaligus menyatu pada tugas beliau ssebagai pendidik bagi umat manusia. Islammerupakan syariat Allah bagi manusia, yang dengan bekal syariat itu manusiaberibadah, agar mampu memiliki dan merealisasikan amanat besar itu, makamanusia membutuhkan pengalaman, pengembangan potensi dan pembianaan.Yang di maksud dengan potensi dan pembinaan di sini adalah u;paya bagipeningkatan kualitas sumber dayah insane sesuia dengan statusnya, yaitu meliputiseluruh potensi yang dianugerakan oleh Allah kepada manusia  dalam posisinyasebgai  hamba  Allah.  Usaha  pengembangan  dan  pembinaan  tersebut  harusdise.laaraskan dengan syahriat islam yang disampaikan Rasululah SAW. Dariupayha ini manusia diharapkanmampu berperan sebagai pengabbdi allah denganketaatan yang optimal dalam setiap aktivitas kehidupanyah. Indicator dalampengamdian ini tergambar dalam penampilan akhlak yang dimiii sertaaa mampumember i manfaat bagi kehidupan alam dan lingkunganya. Semua itu terangkumdalam sosok manusia yang beriman, beramal saleh dan berakhlakul arimah, sesuai Continue reading “Hadits”